INILAH HUKUM MERAYAKAN HARI VALENTINE
Posted by RAKAN PIDIE POST -
At 7:14 PM -
Have 0
komentar
HUKUM MERAYAKAN HARI VALENTINE - Pertanyaan : Apa hukum merayakan hri Valentine, mohon disertakan dalil & penjelasan dari para ulama?
Jawab :
Segala puji bagi Allah, shalawat & salam mudah-mudahan konsisten atas Rasulullah, keluarga, & para shabatnya.
Cinta yaitu fitrah dalam diri tiap-tiap hamba & tata cara Islam benar benar terang berkaitan perihal itu. Adapun yg dinamakan Valentine Day bukan termasuk juga fitrah ini. Sebaliknya, dia ialah product agama Nasrani & mempunyai maksud tidak baik yg bakal kami jelaskan. Oleh lantaran itu, jikalau ada sebahagian kaum Muslimin yg merayakannya ada mungkin sebab kebodohan & mengikuti aliran orang kafir setapak demi setapak.
Asal usul perayaan hri Valentine berawal dari Romawi kuno. Mereka merayakan satu buah hri raya tanggal 15 Pebruari tiap-tiap tahunnya. Dalam perayaan, mereka mempersembahkan sesaji utk “tuhan” mereka agar ternak mereka terlindungi dari serigala.
Perayaan HARI VALENTINE tersebut pun bertepatan dgn liburan masa semi menurut penanggalan mereka.
Abad ke3 masehi, hri perayaan beralih jadi tanggal 14 Pebruari. Kala itu, penguasa Romawi melarang keras pasukannya utk menikah. Alasannya, pernikahan cuma menyibukkkan diri dari peperangan. kemudian, satu orang bernama Valentine menentang aturan tersebut. Dirinya melangsungkan pernikahan dengan cara sembunyi-sembunyi. Tapi, perbuatannya didapati maka ia divonis hukuman mati. Dalam penjara, ia malah jatuh hati bersama anak wanita tahanan lain.
Hukuman matinya dilaksanakan kepada tanggal 14 Pebruari 270 M. Sejak itu, hri yg bertepatan tanggal 14 Pebruari disebut hri Valentine. Aspek itu dilakukan lantaran beliau dianggap sudah mengorbankan jiwa & raga buat melindungi para penggemar dikalangan kaum Nasrani. Valentine sendiri yakni satu orang pendeta.
Di hari Valentine, pemuda & pemudi saling bertukar bunga, surat cinta, card hri raya & lain sebagainya utk merayakannya. Bahkan, orang kafir Amerika & Eropa menjadikan momen tersebut sbg arena gratis seks. Lebih parah lagi, sekolah-sekolah & kampus-kampus sediakan plastik pelindung (kondom) buat memberi dukungan pesta seks tersebut. Sesudah itu kondom dibuang di kloset-kloset & yang lain. Itulah yg dinamakan pesta sex yg suci menurut orang kafir. Sehingga, dengan cara apa bisa jadi kaum Muslimin rela utk terseret dalam hri raya paling bernoda milik kaum kafir!?
Oleh lantaran itu, kami katakan bahwa ikut merayakan hri Valentine yakni haram termasuk juga merayakan hri raya orang kafir lainnya. Sungguh sudah diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu anha bahwasannya Rasulullah bersabda, “…Sesungguhnya tiap kaum mempunyai hri raya. Hri raya kita merupakan hri ini. (HR. Bukhari & Muslim)
Ibnu Taimiyah berbicara, “Sesungguhnya hri raya termasuk juga falsafah agama & wujud peribadatan, seperti halnya kiblat & puasa. Sehingga, tak ada bedanya ikut merayakan hri raya orang kafir & hri –hari teristimewa mereka. Sesungguhnya menyetujui hri raya orang kafir berarti menyetujui kekufuran mereka.”
Rasulullah serta tak mengakui hri raya orang kafir. Diriwayatkan dari Anas dirinya berbicara, Rasulullah datang ke Madinah & para penduduknya mempunyai dua hri utk bersenang-senang. Beliaupun tanya, “Dua hri apa ini?” Mereka menjawab, “Kami bersenang-senang di dalamnya diwaktu musim jahiliyah.” Dirinya dulu bersabda, “Sesungguhnya Allah sudah tukar keduanya bersama yg tambah baik bagi kalian, merupakan hri raya Idul Adha & Idul Fitri.” (HR Abu Dawud & An-Nasai)
Wallahu a’lam bis showab.
di
7:14 PM
